Selasa, 25 Desember 2012

Hening

Hening. 
bisikan perlahan suara jiwaku. 
terbangkan bersama angin.
mengalun lembut setiap detiknya.
membelah langit biru yang terhampar Mahaluas.
mengajak rerumputan menari,
menggugurkan dedaunan di jalan basah.

Hening.
Akankah terus seperti ini?
menghiasi setiap malamku.
tergantung di langit-langit berdebu.
merasuki pikiran yang tabu.
hati bagaikan terdampar.
pasrah terseret arus, terhempas..

Hening.
Kapan ini berakhir?
dikala hati sulit berontak.
jiwa tak tegar lagi menopang beban.
rapuh mulai menyerbu.
hingga bangkitpun tak mampu.

Hening.
Aku tak ingin selalu kesepian.
hampa menghantui setiap langkah ini.
otak tak mampu lagi bekerja.
berpikir, mencari solusi.
Tapi, apa hasilnya?

Hening..
untuk kesekian kalinya kau mendampingiku.
mengosongkan ruang hatiku.
memperlebar kehampaan di jiwa.
kuharap masih ada kesempatan untuk mereka.
yang ingin mengisi kekosongan.
dan mengobati luka kehampaan..

Kamis, 20 Desember 2012

Puncak With OWL Crew!

Ekhm! *benerin dasi*

Sebelum postingan ini dimulai, gua mau bertengkyu-tegkyu ria buat Allah SWT. terimakasih karena Engkau masih memberikan kesempatan hidup pada hambaa. lelah sekali rasanya bergulat dengan soal-soal UAS yang biadaap -___-

Oke oke. skip dulu curhatnya. sesi kali ini, gua mau bahas tentang keceriaan. dukanya dipendam aja dulu ;)
Nah, kalian masih ingat kan pensi smanti yang keren-super-WOW itu? yup! OWL TRANSITION! yang penontonnya bejubel abis, bagaikan cendol-cendol yang menggeliat..
Jadi rindu masa-masa perjuangan owl crew. dari rapat sampai larut, ngejar-ngejar sponsor, bergulat dengan deadline, sampai akhirnya berhasil mendaki puncak kemenangan. benar-benar berkesan.

Setelah berhasil mencapai puncak, saatnya dihadapi dengan berbagai macam ujian yang menguras pikiran, tenaga, dan waktu. berkutat dengan buku, soal, tugas, remedial.. sebenarnya gua agak males menyebut kata terkutuk yang terakhir itu. sia-sia hidup gue cuma buat remedial.
Baru sekali seumur hidup, gua UAS selama 2 minggu! err.. sebenarnya ga dua minggu sih, tepatnya delapan hari. tapi jatah harinya dipisah 4 hari 4 hari dalam dua minggu. benar-benar menyita waktu. libur dari hari jum'at, sabtu, dan minggu membuat hidup gua menjadi semakin kurang produktif.

Setelah puas teraniaya selama 2 minggu, ternyata kakak-kakak owl crew baik banget ya. mereka ngajak kita liburan di puncak. sebenarnya sih belum waktunya liburan ya.. tapi, ah sudahlah. abaikan sekolah! wks~
Oke lanjoooot!
Tepat tanggal 17 desember, hari senin, kita caw dari smanti. katanya sih cawnya jam sembilan, tapi.. yaah biasalah, jam indonesia kan kayak karet kolor, alias molor semua. berangkat jam sembilan, padahal nyerempet lagi jadi jam sepuluh. kelakuan..

Jasa transportasi yang digunakan adalah mini bus. yah, not bad lah, yang penting masih bisa duduk plus ada AC-nya. meskipun cuma make AC LG alias Angin Cepoi-cepoi Luar Gendela (jendela).
Sepanjang perjalanan, gua hanya bisa termenung menatap keindahan alam yang luar biasa indahnya. terbentang.. terjulang.. terburai.. #apasih
Maaf, tadi hanya fiksi belaka. faktanya, sepanjang perjalanan gua cuma baca buku, bengong, tidur. sesekali juga dengerin lagu lewat headseat. tapi itu juga menang minjem.

Gua gak tau ya, perjalanan kita menghabiskan waktu berapa jam. intinya, kita selamat walafiat nyampe disana. oh iya, belum gua kasih tau ya kita nginep dimana. kita nginep di puncak gunung salak... err.. gak deng boong -_- kita nginep di villa hijau temaan ;) tempatnya cukup nyaman kok. pemandangannya asri, kamarnya bersih, kasurnya empuk, ada jendelanya, ada pintunya.. #yaiyalah-_-

Dan, alhamdulillahnya, gua dapet kamar yang lumayan luas buat 7 orang. kasurnya ada tiga, satu kasur bisa muat 3 orang. ada lantai tambahannya pula. maksudnya lantai tambahan, jadi ada lagi lapak diatas, yang isinya cuma kasur doang. dan sialnya, karena keistimewaan lapak tersebut, justru malah dijadikan markas anak cowok. kebayang kan, satu kamar isinya segerombol cowok dan segerombol cewek. masing-masing punya mulut yang cablak, apalagi ceweknya. ya bisa dibayanginlah, berisiknya udah kayak pasar kemiri digrebek satpol pp.

Habis rehat sejenak dan makan-makan, dimulailah games yang pertama. gua lupa nama permainannya. tapi, gua bakal namain games ini sesuai dengan persepsi sendiri. nama gamesnya "ayunkan terongmu!". jadi, games ini diawali dengan mengikat tali rafia dipinggang anda, sementara tali rafia tersebut sudah digantungi sebuah terong unyu nan panjang. fungsi terongnya itu apa ya? nah, 'gantungan terong' ini berfungsi sebagai alat pemukul balon yang ada di depan kita. jadi, tujuan dari games ini adalah, berlomba-lomba membawa balon sampai garis finish dengan memukulnya menggunakan gantungan terong tersebut. kalau lo liat cara mainnya, gua yakin ekspresi lo absurd abis. gimana enggak, selain gerak tubuhnya yang 'agak menjijikan', sorak-sorai penonton juga terdengar biadab sekali.
"Awas tuh terongnya ketukeer.. haha"
"Sukanya mainin balon pake terong nih.. hahaha"
Agak ambigu memang -_-  jadi.. beruntunglah kalian yang polos dan tidak mengerti apa-apa terkait perkataan tadi. kalau gak polos, minimal pura-pura polos. ya toh?

Selesai games absurd tadi, kita langsung cebur-ceburan di kolam renang. seru bangettt sumpaaah! kebetulan lagi hujan juga, makin rame suasanya. ada yang berenang, main bola, dan lain-lain. anak cewek rebutan bola sama anak cowok, pokoknya rusuh abis. karena bosan berendem mulu di kolam, anak cewek akhirnya main benteng. sebenarnya ada alasan lain juga kenapa kita ganti jadi main benteng. kolam renangnya dikotorin sama anak cowok!
Udah puas main benteng, kita berniat untuk balas dendam. akhirnya dengan semangat 45, baju belepotan lumpur dan muka cemong-cemong, kita semua langsung terjun ke kolam. anak cowok langsung pada nyorakin. alhasil, kolamnya jadi keruh gitu, jadilah kolam lumpur!

Setelah itu, kita mandi.walaupun agak ngantri, tapi akhirnya gua kebagian mandi juga. sehabis itu kita sholat, terus ngerem di kamar.. jujur ya, sebenarnya cuma kelompok gua doang yang suka mengurung diri di kamar #kayaknya. macam-macam kelakuannya. curhatlah, gila-gilaan, ngemil, mainin bantal, mainin seprai.. asal jangan main hati aja ya *eh.

Nah, menjelang malam, kita bener-bener memanfaatkan.. sebenarnya kurang masuk akal kalau dibilang memanfaatkan. maaf nih ya, kalau menurut ane kayaknya agak menyia-nyiakan waktu aja. kita main games, dan ternyata benar-benar free. di ruang tengah lagi seru-seruan main jujur-jujuran, entah apa namanya. sedangkan gue? sesuai hukum rutinitas dan kebiasaan, apalagi kalau gak bertelor di kamar.
Entah kenapa kamar tersebut punya daya tarik layaknya magnet yang selalu membujuk gua untuk selalu menempel disana. disaat kayak gini, gua tau saat itu memang merupakan zona yang sangat nyaman buat gue. kebetulan dominan temen-temen sekamar gua pada jomblo. entah hubungannya apa, saya sendiri sulit menafsirkannya.
Meskipun gua terperangkap dalam zona nyaman, ternyata penyiksaan juga turut menyusup dalam kenyamanan yang gua rasakan. apa penyiksaan itu? satu kata: LAPAR. gua belum makan malam... semuanya juga belum sih, sungguh terlalu memang. jatah snack gua udah abis, kepala mules, perut senat-senut, hidung belekan, mata ingusan. karena gua dan teman-teman gak mau menghabiskan malam dengan berlapar ria, alhasil kita langsung matiin lampu, narik selimut, dan tidur. iya, tidur. satu-satunya jalan penghilang virus lapar.

Sedang asyik-asyiknya bermimpi, menggeliat, dan mendengkur, tiba-tiba terdengar suara ribut-ribut di luar. dan tanpa permisi, seseorang menongolkan batang hidungnya ke dalam kamar kita yang gelap gulita. dia membangunkan kita semua tanpa rasa prihatin sedikitpun. akhirnya dengan dongkolnya gua bangun dengan iler berceceran di lantai...

Singkat cerita, ternyata kita dikasih jatah makan malam. alhamdulillah, akhirnya  perut gue gak meringkik kelaparan lagi. kita bakar ayam, bakar jagung, sosis, rumah.. enggak deng, yang terakhir itu pasti gak nyata ya -_-
Habis itu, ada games lagi yang seru gokil ayan.. games berdandan. bayangkan jika anda didandani dengan mata tertutup! jangankan terlihat cantik, justru anda lebih tepat dijadikan pemeran utama film horror.
Habis games, ada sesi tukeran kado. naah! ini dia yang gua tunggu-tunggu. sebenarnya agak galau juga sih kalau ngomongin soal kado. ini terkait harga. menurut informasi yang gua dengar dari awal, harga kado minimal 10rb. pas di sms, tiba-tiba berubah wujud menjadi maksimal 10rb. harusnya gua bisa tersenyum bahagia mendengar kabar baik tadi, sekiranya gua bisa nyium bokap nyokap karena senang akhirnya dompet gue gak jadi seret. dan sepantasnya gua bisa mengirit uang jajan gue. tapi ternyata... impian gue benar-benar fiktif belaka. karena gua udah terlanjur beli kadonya dengan peraturan harga MINIMAL 10rb. it's so kampret you know???!!

Balik ke cerita gue. sebenarnya gua ikhlas-ikhlas aja ngasih kado yang emang sengaja gua beli agak bagusan. entah kenapa hati gua lagi pengen nyenengin orang aja. dan pada saat udah kebagian kado masing-masing, betapa bahagianya gue karena dapet kado yang benar-benar sesuai harapan. lalu, tanpa disangka-sangka orang yang menerima kado dari gua juga sangat senang. oh, Alhamdulillah, Terimakasih Allah, lagi-lagi nikmatMu memang sungguh luar biasa! :)

Seusai tukeran kado, akhirnya kita diperbolehkan untuk terlelap. dan gua menjadi orang yang pertama bangun... di kamar gue-_- sempet-sempatnya gua nonton tv, dan ternyata owl crew itu pada seneng nyusahin emak ya, lagi-lagi kita main lumpur layaknya artis sabun rinso. dan lagi-lagi gua mengantri untuk mandi. sekiranya gua cukup lelah dengan semua ini.. #keluardehjiwacurcolnya.

Udah bersih, udah wangi, udah manis, kita diperbolehkan menyantap sarapan. lalu, seperti biasa ada waktu senggang yang lumayan. sepanjang waktu kosong tersebut, gua habiskan dengan bernarsis ria, minjem hp orang, sms-an, sampai akhirnya ketiduran. nice.
Jam setengah duabelas kita packing buat pulang. sebelumnya, seperti sudah menjadi ritual umat manusia, kita mendadak jadi banci kamera. memang kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. betul?

Sepanjang perjalanan pulang gua cuma tidur aja. jadi, gak ada lagi yang bisa gua ceritakan. oke deh, sekian dulu kisah gua kali ini. maaf kalau garing, gua cuma pengen cerita kok ^^ bye~
*dokumentasi menyusul ya. mihihi*


Jumat, 14 Desember 2012

Memaafkan setelah disakiti. Mampukah? (part 2)


              Sejak kejadian tadi sore, aku tidak bisa menikmati waktu istirahatku dengan maksimal. Mataku sulit terpejam disaat bintang-bintang mulai padam dan sinar matahari meredup sayup. Otot-otot tubuhku sulit untuk dilemaskan. Pikiranku pun, sulit dipusatkan pada satu objek. Benar-benar menyiksa.
                Aku hanya mampu memejamkan mata selama beberapa menit. Tampaknya akan lebih menyakitkan bila aku terus memaksa seluruh tubuhku sesuai kehendak. Aku melenggang ke dapur, dapur kost-an tepatnya. Ruang yang kecil, sempit, dan tidak seindah dengan dapur di restoran tempat kerjaku.
                Lemari kecil itu berdenyit nyaring ketika kubuka pintunya. Nampaknya sudah terlalu tua, terlihat dari fisiknya yang sudah sangat “klasik”. Lemari kecil yang dibuat oleh Ayahku… ah, kini sudah menumpu banyak beban hidupku. Kuraih kaleng susu cair kental yang tersembunyi di dalamnya.  Kugoyangkan perlahan kaleng susu itu.. hmm, sudah hampir habis rupanya. Lebih baik kuhabiskan malam ini dengan tuntas. Kutuang air ke dalam panci kecil, dan mulai merebusnya.
                Cairan manis itu mengalir perlahan di tenggorokanku, terasa begitu hangat. Perlahan kunikmati uapnya yang mengepul di udara, membentuk awan-awan kecil yang mengapung, dan memudar membentuk semburat, lalu terhempas dan hilang. Sedikit demi sedikit cairan itu terus mengalir di tenggorokanku yang malang, dan mendarat di labungku yang mulai menciut. Rupanya perutku juga mulai menagih isi. Ini waktu yang tidak tepat bung, lebih baik kuhabiskan susu ini, dan kembali menghempaskan tubuh di ranjang yang sudah lapuk.
                Siapa yang menyangka pagi ini aku bangun terlalu siang? Tunggu, kedengarannya memang tidak aneh. Ini sudah menjadi rutinitasku setiap hari. Membuka mata disaat matahari sudah menyorot menembus kelopak mataku. Apalagi semalam aku sedikit begadang. Hah, wajar saja aku selalu kesiangan.
                Turun dari tempat tidur, aku melangkah menuju dapur (lagi). Kembali kubuka lemari kecil nan lapuk itu, dan kukeluarkan sebungkus roti tawar di dalamnya. Sebenarnya, roti ini sudah masuk tanggal kadaluwarsa, tepatnya hari ini. Ah, siapa peduli? Aku lapar, yang penting perutku kenyang dan tidak merintih-rintih kelaparan.
                Di meja masih tersedia sisa mentega dan kismis. Bukan meses. Kuoles sedikit mentega di permukaan selembar roti, lalu kutaburkan kismis kecil-hitam-keriput diatas mentega itu. Aku lipat rotinya, dan mulai menyantapnya.
                Hari ini adalah hari libur. Menghabiskan sarapan dengan santai bukan masalah kan? Bahkan aku terlalu bingung melakukan pekerjaan yang produktif di hari libur. Apa aku ke restoran saja? Masa bodoh bertemu bos amatir lagi, yang penting tidak mati kutu di kost-an. Sendirian.

----oOOo----
               

               “Hei bodoh, mau apa kau kesini?”
                Aku termangu tepat di depan pintu kaca. Masih dengan menggenggam gagangnya. Apa tadi dia bilang? Bodoh?
                “Maaf, sepertinya anda amnesia. Nama saya bukan bodoh. Saya Hafni” balasku cuek, namun berusaha untuk sinis. Sesinis mungkin.
                “Hahaha dasar belagu kau ini! Jangan mentang-mentang umur kita tidak beda jauh, kamu bisa seenaknya membangkang saya. Saya ini tetap bos kamu!” Dia bekata dengan lantang. Aku bisa melihat emosinya yang mulai terpancar di wajahnya yang menyebalkan. Aku hanya meringis, lalu melangkah mendekatinya. Sudah cukup, aku muak.
                Kucondongkan tubuhku ke tubuhnya, dengan hentakan tiba-tiba, aku mendorong tubuh kekarnya sekuat mungkin. Dia sedikit terjengkang. Kaget, dan marah. Tentu saja. Pasti dia seperti itu. “Anda memang bos saya, tapi bukan berarti anda bisa melengserkan harga diri saya semudah itu. Kau ini laki-laki paling lancang yang pernah kutemui” Semprotku telak. Bos amatir itu semakin terlihat emosi, napasnya mulai menderu, wajahnya memerah. Aku senang melihat dia seperti ini. Selevel lebih rendah dariku.
                Aku mulai malas menghiraukan iblis itu. Sia-sia liburanku kali ini. Kutinggalkan bos amatir itu, dan pergi ke belakang. Aku butuh tempat untuk menenangkan pikiran. Aku terlalu cuek dengan semua kebencian dia, rasanya terlalu malas mencari alasan dari kebencian itu. Pentingkah? Aku hanya butuh uang untuk menyambung hidup. Aku hanya ingin bekerja dengan baik, dan mendapat penghasilan yang baik pula dari kerja kerasku. Aku ingin kuat, tegar. Aku ingin diperhatikan. Dipedulikan.
                Kutatap air mancur jernih, yang dengan pasrahnya menjatuhkan tubuh mereka di kolam. Percikan air itu terdengar damai. Sejuk kelihatannya, seperti kristal-kristal yang berjatuhan dan pecah menjadi bulir-bulir indah. Apakah aku seperti itu? Mudah pecah dan hilang?

Kamis, 13 Desember 2012

Minggu, 09 Desember 2012

Memaafkan setelah disakiti. mampukah? (part 1)

“Hentikan! Kau merusaknya!”
                Aku menoleh cepat ke arah sumber suara. Mataku berputar menatap sosok itu. Sosok yang elegan, namun mengerikan. Sosok itu tegap berdiri, hanya berjarak beberapa meter dariku. Tanpa berkedip, aku menatap langkahnya yang kini mendekat ke arahku. Hentakan kakinya begitu angkuh, elegan, dan tentu saja. Mengerikan.
                “Kau masukkan sampah apa dalam kuali itu?!” terjangnya nanar.
                “Aku tidak memasukkan sampah!” kilahku. Dia kembali menatap dengan sorot mata yang tajam. Tatapan elangnya itu membuatku sedikit ciut.
                “Sekali lagi kau masukkan itu, aku takkan pernah segan untuk memaksamu angkat kaki dari tempat ini. Camkan!” dia mengancamku disertai dengan tinju di lengannya. Yah, klasik sekali cara mengancamnya.
                “Baiklah” jawabku cuek. Aku melengos dari hadapannya, ia hanya bisa melihatku sinis. Kesal mungkin bocah ingusan sepertiku tidak menghiraukan kewibawaannya, yang menurutku masih selevel dengan satpam sekolah.
                Aku melenggang santai menuju dapur belakang. Heran. Baru seminggu aku bekerja, adaa saja yang dipermasalahkan oleh bosku yang sok galak tadi. Memangnya dia siapa? Memarahiku, atau lebih tepatnya mencaci, dengan entengnya memanggilku jongoslah, babu, pembokat, atau apalah itu yang menurutku sangat merendahkan. Orang tuaku saja tidak pernah tega memanggilku seperti itu. Sekalipun aku pernah membuat mereka marah, tapi mereka tidak akan mau, lebih tepatnya tidak akan pernah mengeluarkan kata-kata kotor itu untukku. Lalu, maksud bos yang sok Maha berkuasa itu apa sih, memanggilku dengan sebutan rendah itu? Dasar bos amatiran. Karbitan.
                Yeah. Sekarang aku di dapur. Sendirian. Aku lebih suka keadaan seperti ini. Sepi. Hening. Cocok menenangkan pikiran yang sedari tadi menjalar kemana-mana. Sungguh memusingkan. Mataku berputar menyapu sekeliling. Lihat dapur ini. Bagus sekali, tatanannya rapih. Dapur rumahku tidak akan pernah seperti ini. Bersih, rapih, harum.. jangan harap kau bisa menemukan noda coklat yang menempel di dinding keramik mengkilap itu. Dan lantainya.. oalaa, tentu saja kau bisa bercermin menatap pantulan wajahmu di keramik putih itu.
                “Sedang apa kau disini?”
                Aku terhentak, tersadar dari lamunan. Buru-buru aku palingkan wajah, mencari ke arah sumber suara. Hah, lagi-lagi dia, si bos amatir. Pasti mau menyemprotku lagi.
                “Sudah kerja tidak becus, masih sempat-sempatnya saja melamun di dapur. Lebih baik kau pulang daripada harus menganggur! Nyampah saja!” nah, benar kan? Sudah kuduga.
                Aku tidak langsung pergi dari hadapannya. Diam berdiri menatapnya sesaat, seandainya mataku bisa memandang menerobos ke dalam dadanya, lalu kuintip hatinya, pasti hatinya sudah beku. Hitam. Legam. Yaks, membayangkannya saja sudah membuatku jijik.
                “Kamu tuli ya?! Sudah kubilang pulang saja! Kenapa malah ngeliatin saya?!”
                Ah, sudahlah. Aku pusing mendengar celotehannya. Andai saja dia tahu semuanya…
                “Sudah untung saya nerima kamu kerja disini, harusnya kamu bisa hargai itu! Bukan malah menyia-nyiakannya!” Dia tidak berhenti untuk meracau. Kepalaku semakin pening. Entah sampai kapan dia seperti ini, mungkin selamanya.
                Kuseret langkah meninggalkan ruangan pujaanku, namun semua terlihat rusak dalam pandangan sejak bos amatir itu datang. Mengapa dia selalu datang untuk merusak keadaan?

Maroon 5 - One More Night

You and I go hard, at each other like we going to war
You and I go rough, we keep throwing things and slammin' the door
You and I get so, damn dysfunctional we stopped keeping score
You and I get sick, yah I know that we can't do this no more

But baby there you again, there you again making me love you
Yeah I stopped using my head, using my head let it all go
Got you stuck on my body, on my body like a tattoo
And now i'm feeling stupid, feeling stupid crawling back to you
So I cross my heart, and I hope to die, that I'll only stay with you one more night
And I know I said it a million times
But i'll only stay with you one more night

Trying to tell you no, but my body keeps on telling you yes
Trying to tell you stop, but your lipstick got me so out of breath
I'd be waking up, in the morning probably hating myself
And i'd be waking up, feeling satisfied but guilty as hell

But baby there you go again, there you go again making me love you
Yeah I stopped using my head, using my head let it all go
Got you stuck on my body, on my body like a tattoo
And now i'm feeling stupid, feeling stupid crawling back to you
So I cross my heart, and I hope to die, that i'll only stay with you one more night
And I know i've said it a million times
But i'll only stay with you one more night

Yeah baby give me one more night
Yeah baby give me one more night
Yeah baby give me one more night

But baby there you again, there you again making me love you
Yeah I stopped using my head, using my head let it all go
Got you stuck on my body, on my body like a tattoo
Yeah, yeah, yeah, yeah

So I cross my heart, and I hope to die, that i'll only stay with you one more night
And I know i've said it a million times
But i'll only stay with you one more night

(yeah baby give me one more night)

So I cross my heart, and I hope to die, that i'll only stay with you one more night
And I know i've said it a million times
But i'll only stay with you one more night

(I don't know, whatever...)

Jumat, 07 Desember 2012

Jumat, 30 November 2012

history of 'dandelion'

Baru sempet ngepost hari ini. huaah. kayaknya kesempatan banget banget setelah sekian lama terjerat oleh tugas dan ulangan yang bikin sesak napas.

You must know. ternyata autobiografi yang selama ini gua abaikan dalam jangka waktu yang lama, sekarang justru gua malah mengorbankan apa yang mampu gua korbankan untuknya. waktu, uang, tenaga, semuanya! mungkin dulu gua terlalu sombong, mengabaikan tugas penting itu. sebenarnya, apa susahnya sih ngerjain tugas hanya dengan mengarang cerita tentang hidup kita? emang gak susah. sama sekali. tapi justru kita terbuai oleh kemudahan yang sudah kita rasakan. menyedihkan.

Detik-detik terakhir pengumpulan.. oh my, gua terlalu agresif. emosi gua naik, aneh memang. lebay sih.. bodo amat -_-
Autobio itu gua kasih judul "history of dandelion". pasti kalian udah pada tau kan dandelion itu apa? yang jelas bukan barang rongsok atau sampah yang diolah di kampung sebelah.. *krik krik krik*

Eh iya. gua punya masalah nih. sebenarnya setiap hari gua punya. curhatin gak ya?

Oke, ini masalah seorang cowok. bukan tentang asmara ya. heran deh, tiap ngomongin cowok pasti dominanya sukalah, sayanglah, cinta.. shut up. konyol, bodoh, payah. hah, pikirkan itu. (sorry, emosi kan -__-)
Gak tau ya, apa ini cuma perasaan gua, atau emang benar-benar insting yang kuat. gua merasa janggal sama semua tingkah dia. sebenarnya awalnya bukan janggal, tapi kagum. sangat kagum. sampai-sampai gua harus memuji dia dengan ribuan kata-kata, dan itu tanpa gua sadari. entah apa tujuannya. menaikkan harga diri dia, atau justru harga diri gua sendiri yang akan lengser.

Tapi makin kesini, gua terlalu... yah, penasaran. penasaran sama semua tentang dia. kepribadian dia yang selalu dipuja oleh orang tua gua. aneh ya, muji anak orang lain. anak sendiri aja kadang-kadang dicuekin. peduli amat sama cowok itu. padahal kalau sama gua masa bodoh.

Gua cuma mau membuktikan sendiri omongan orang tua gua yang mujinya setinggi langit. gua yakin seribu persen, orang tuanya sendiri gak pernah bertingkah sama layaknya orang tua gua. boro-boro muji, masih kenal gua aja udah untung. 

Jadi.
Letak kesalahannya ada dimana? 
Di cowok itu, orang tua gua, atau orang tua dia?
Semua berawal dari cowok itu, lalu merembet pada tokoh-tokoh yang lain.

Aduuh, lama deh. langsung ke intinya aja deh -_________________--
Gua cuma kagum. gak lebih. gua berusaha jadi teman, tapi lu gak terima karena sebab kekurangan yang ada pada diri gua. sorry gua pernah berbuat hal yang gak pernah lu sukain, tapi itu semua berawal dari ketidak tahuan gua. oke oke, kesannya kok gua kayak ngemis perhatian gitu ya? sama sekali enggak, gua gak bakal mau dan gak akan pernah mengemis apapun dari lu. secuilpun, gak akan ada yang gua harapkan dari lu. gua cuma ingin, lu memperlakukan gua layaknya lu memperlakukan teman-teman yang lain. awalnya, gua kira cara berinteraksi lu emang beda sama seorang cewek kayak gua, tapi nyatanya cuma gua yang 'dibedakan'. bukannya iri, tapi merasa terdiskriminan aja. gua cuma heran. kita baru kenal udah dipisahkan oleh tembok perselisihan. dimulai oleh masalah yang sebenarnya gak ada masalah apapun. seumur hidup, gua baru pertama kali mengalami pertemanan yang dijalin bersama seseorang yang bukan teman. atau lebih tepatnya tidak dapat dijadikan teman.
 



Jumat, 16 November 2012

Nulis Gapake Mikir

Oh, yeah.
Nggak perlu disebut lagi deh. berapa kali gua bilang 'hai' disini, 'hello', ataupun kata-kata garing lainnya yang mengawali blog anta ini.
Sekedar evaluasi aja. kalau diliat-liat blog gua ini mirip... diary. diary elektronik. gua nyebutnya itu. habis, rata-rata isinya curhatan gua semua. dari yang anta, garing, autis, ga ada lawak-lawaknya sama sekali. Haha anta.. suumpaah..

Well. mungkin kalian cuma tertarik baca postinan gua sampe setengahnya doang. haduh, pesimis gini sih jadinya mau berkarya. payah.
Enak kali ya malam-malam gini gua nulis tanpa gangguan sedikitpun?
Mulai dari ngomongin keluarga, temen, kelas, sekolah, guru... haha nggak akan ada habisnya!

Mulai dari keluarga.
I love you so much! cuma keluarga gua doang yang kadang ngertiin kadang enggak. rancu banget. akhir-akhir ini entah kenapa gua kurang hiburan kalo lagi di rumah. suasana yang paling dominan cuma omelan ibu gua aja. udah. yang lain? tau kemana.
Kadang-kadang ga ngerti juga sih kenapa ibu gua suka marah-marah. walaupun hal yang dipermasalahkan itu sangat sepele bagi gua. pernah gua curhat sama temen, dia nanya diomelin kenapa, trus gua jawab "hanya karena hal sepele yang sepertinya pantas untuk dibesar-besarkan" ternyata tanggapan dia cukup ngeselin juga "yah ibu-ibu wajar kale kayak gitu. nanti pasti lu juga sama kayak ibu lu kalo lu udah punya anak". tapi gua bersikeras menyela omongan dia. males deh jadi ibu yang kerjaan ngomel mulu, bisa-bisa cepet keriput kulit gua. lama-lama muka gua ngabisin kalender di waktu yang nggak tepat.
"Kalo gua gakmau kayak gitu. gua mau jadi ibu yang gak pernah marah-marah ke anaknya. gua gakmau nantinya anak-anak gua ngerasain kayak apa yang gua rasain sekarang". dan.. bah, lagi-lagi tanggapan dia ngeselin. tapi, sebenarnya ada benarnya juga.
"Susah kale. karena bakal ada suatu masa dimana kita cuma nganggep apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang cuma masa lalu"
Haha jleb. kalo perkaranya kayak gini susah nanggepinnya. akhirnya gua cuma bisa jawab "Ga salah kan kalo gua usaha?" halah, klasik.
"Hehe. Iya juga sih" YES. nurut juga akhirnya.

Oke, itu sepenggal cerita dari perasaan gua tehadap keluarga gua yang bener-bener ngangenin itu.. yang selalu ngasih gua harapan. walaupun terkadang harapan itu palsu (PHP dong?) dan keluarga gua yang selalu memotivasi gua, walaupun kadang-kadang bisa bikin gua down.
Lalu, sepintas tentang temen-temen gua. macem-macem ya ternyata mereka. kayaknya gua baru nyadar sekarang. ada yang menguntungkan, tapi banyak juga yang jadi benalu. mereka yang cuma jadi parasit cuma sampah. iya, sampah.
Dan anehnya, sifat parasit itu justru kelihatannya makin melekat di jiwa mereka. entah itu suatu kebanggaan atau bukan, yang jelas seakan-akan mereka enggan melepas sifat parasit itu. duh, rugi gue lama-lama temenan sama orang kayak gitu.
Terus, ada lagi yang kerjaannya cuma ngomentarin kerjaan orang lain. nggak tahu alasannya kenapa, mungkin dia hobi. dikit-dikit komentar, niatnya pengen jadi orang kritis kali ya. tapi kok justru malah minta digarot kayaknya.

Ada lagi yang kalo di sms orangnya itu punya kemampuan verbal, mampu merangkai kata-kata. tapi giliran ketemu, wah. jangan harap lu bisa ngomong banyak sama dia. tapi, lagi-lagi tanpa alasan, gua suka gaya sms dia. diantara temen-temen gua yang langganan smsan, kayaknya cuma dia yang paling beda smsannya. wah, wah, menarik bukan? pokonya beda banget deh.. ntar gua ceritain deh..

Oh iya, sedikit lagi. membahas sedikit hobi gua yang akhir-akhir ini kayaknya keluar dari jalur kebiasaan. sekarang hobi gua cuma bengong. tapi ga mutlak bengong juga. gua selalu merangkai kata-kata untuk mendeskripsikan keadaan di sekitar gua. sayangnya, semua mengalir begitu saja tanpa sempat gua tulis. dan, gua juga hobi nulis buku harian. isinya udah yang gak cengeng alay lebay kayak dulu lagi, sumpah! enggak! sekarang isinya lebih dewasa (mungkin). dan diary itu "hand made", makanya gua bangga makenya.

Wet, kayaknya udah banyak nih tulisannya. yasudah, cukup sekian untuk hari ini ya.
Gak pake mikir, Zahroh.

Minggu, 11 November 2012

Just About Him

Berapa lama kita saling mengenal?
4 bulan sepertinya. tapi kenyataannya, kita sudah dari dulu saling bersua. dalam usia balita..
Namun, hanya aku yang mampu mengingat semuanya.

Kini, semua berbeda. entah karena apa, aku tak mampu lagi mengenal garis-garis karakter kepribadianmu yang kini sungguh aneh, mebuatku terlalu letih untuk selalu mengharapkanmu. aku hanya mapu menjadikanmu objek, yang pantas dikagumi, namun tak jarang untuk kubenci.

Mengapa kini tak sama? dulu saling menyapa, namun sekarang bertemupun diam seribu bahasa. dulu kita tertawa bersama, namun sekarang berbicarapun tak ada sepatah dua kata.
Aku heran. disaat semua orang, terutama wanita bisa 'menaklukan' dirimu. dirimu yang dingin, angkuh, acuh. mereka bisa dengan mudah masuk ke dalam lembah duniamu. tapi aku? hah! berapa banyak aku berharap, aku tak pernah bisa menjadi bagian dari mereka. duniamu terlalu asing bagiku, sulit rasanya berbaur dengan semua misterimu, yang dulu menjadi bagian dari masa laluku. 
Aku hanya mampu menatap untuk mengagumimu, bukan berharap memilikimu.

Belum pernah sekalipun, kita berbagi satu sama lain. apa salahku? mengapa hanya orang lain yang bisa? mengapa aku tidak?
MENGAPA HANYA AKU YANG TIDAK BISA BERTEMAN DENGANMU?!

Kamis, 08 November 2012

Cobaan

Hidup ini ga lepas dari dari yang namanya cobaan. bulan november ini.. yaa bisa dibilang gua lagi dilanda hal itu. sesuatu banget ya. ini kan masih tanggal muda. harusnya lagi pada hoki, bah gua? jauh banget dari yang namanya hoki.

Pertama, adek gua baru aja operasi besar usus buntu. you know lah.. biaya yang dibutuhin berapa. terus, smanti bulan ini ngadain tafakur alam. dan sifatnya wajib. bingung juga biayanya bayar pake apa. pake duit sih, tapi duitnya itu mana?
duit.
duit.
duit.

Semua berhubungan dengan duit. dan yang berhubungan dengan duit pasti disebut cobaan. bener tak? bener..

Hah. macam mana pula hidupku ni. sebenarnya belum masuk tahap kritis sih cobaannya, tapi takut aja.
Lalu,
Apa yang harus aku lakukan?
Maksa adek gua untuk pulang ke rumah dan ga dirawat di rumah sakit? stubidubidu~ ga mungkin.
Bersikeras ga ikut tafakur alam? sebenarnya bisa, tapi ada tapinya. dan tapinya itu rahasia.
Atau..
Malakin duit bokap?
Cara alternatif sih emang kayak gitu, tapi gua masih punya perasaan ya -_-
Lalu, (sekali lagi)
Apa yang harus aku lakukan?
Semuanya berubah, sejak negara api menyerang..

Selasa, 06 November 2012

Maroon 5 - Payphone Lyrics

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

Yeah, I, I know it's hard to remember
The people we used to be
It's even harder to picture
That you're not here next to me
You say it's too late to make it
But is it too late to try?
And in our time that you wasted
All of our bridges burned down

I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

You turned your back on tomorrow
Cause you forgot yesterday
I gave you my love to borrow
But just gave it away
You can't expect me to be fine
I don't expect you to care
I know I've said it before
But all of our bridges burned down

I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

Now I'm at a payphone...

[Wiz Khalifa]
Man work that sh*t
I'll be out spending all this money while you sitting round
Wondering why it wasn't you who came up from nothing
Made it from the bottom
Now when you see me I'm stunning
And all of my cars start with the push up a button
Telling me the chances I blew up or whatever you call it
Switched the number to my phone
So you never could call it
Don't need my name on my show
You can tell it I'm ballin'
Swish, what a shame could have got picked
Had a really good game but you missed your last shot
So you talk about who you see at the top
Or what you could've saw
But sad to say it's over for
Phantom pulled up valet open doors
Wiz like go away, got what you was looking for
Now ask me who they want
So you can go and take that little piece of sh*t with you

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

Now I'm at a payphone...

Minggu, 28 Oktober 2012

Born Day

Haloo semuaa! malam malam malaam! aih, atul semangat banget kayaknya hari ini. yiihaa~~
Tanggal berapa sekarang? 28 Oktober! hari dimana kita memperingati Sumpah Pemuda. kalau sekarang sih namanya bukan sumpah pemuda lagi. tapi, "sumpah? miapa?" oh my..

Yah, beginilah pemuda zaman sekarang. heran gua. tiap ada yang ngomong pasti responnya
A : "sumpah? miapa?"
B : "mi ayam, mi oyeng, mi ebus, mi uyung daya, saimi isi ua.." 
oh neptune! mungkin mereka lapar.

Dan.. selain hari sumpah pemuda, ada event lain juga loh :3 mau tau? cumpah? miapa? enelaan? halah kelamaan. langsung diseruduk aja yook!




Wuaaaa :''D
#screaminglebay

Orang pertama yang ngucapin itu si *tuuut* unyu banget dia ngucapinnya. lewat sms tadi pagi :') tapi ada someone lagi yang gua bikin favorite. mau tau juga? kepo ah, gakusah yaa..
Oh iya, gua berharap banget bisa dapet kado handphone baru. tadi udah minta sih, dan kata ayah gua kalau ada rezeki pasti dibeliin. saik.. seneng dong? engga ah, dari dulu kalo minta juga pasti ngomongnya gitu.

For closing. gua mau cerita sedikiiit pengalaman tadi siang. tepat sepulang dari kurban smanti, gua sama putri seperti biasa balik ke rumah tercinta di kampung bengek alias citayam. kenapa gua sebut kampung bengek? yah lo ga perlu tau ya. kepanjangan soalnya kalau dijelasin.
Terus... ternyata angkotnya itu ga bisa lewat depan gang rumah gua, karena jalannya di cor. akhirnya itu angkot yang kita naikin muter lewat pondok terong. gua sempet seneng, soalnya kata abangnya itu angkot keluar lewat haji dul, alias gang rumah gua. dan disitu gua udah keep woles, gua sok anteng di angkot bafuq itu.

Perjalanan udah makan waktu bermeni-menit, tapi kok gak nyampe-nyampe ke rumah gua. justru makin lama itu jalan makin asing dan makin bengek. gua tetep keep woles sih, tapi di jidat gua masih tertampang banyak tanda tanya "rumah gua mana woy?"

Gua pulang siang, harusnya sebelum ashar gua udah duduk manis di kamar. tapi nyatanya, lewat dari jam ashar, itu angkot tetep meluncur di kampung bengek yang keliatan semakin bengek di mata gua. pantat udah tepos gini, kelamaan duduk. macet, panas, hadeuuuh! jadi kayak sate nih.

Setelah sekian lama gua menderita, abangnya pun nanya ke kita berdua. "neng turun dimana?"
Gua jawab "haji dul bang"
Abangnya bilang "loh? haji dul mah udah lewat neng, jauuh. ini mah udah lewat pabuaran"

BUSEEEEEEENGGG!
JADI SELAMA INI GUA CUMA NEMENIN LO NYUPIR DOANG BANG?!
AAASSHHIT!!

Lo bisa bayangin, jarak rumah gua sama pabuaran bagaikan sabang dan merauke. bodo amat lebay, yang jelas gua udah lemes pas dibilangin kayak gitu. akhirnya abangnya muter lagi. sialnya, di tengah sore kelam itu jalan kembali macet. matahari menyengat dengan garangnya. debu berterbangan dengan anggunnya. serasa pengen mati tau gak.

Ditengah keputus-asaan itulah, kakaknya temen gua dateng ngejemput. ternyata kakaknya cogan ya... SUBHANALLAH *udah ya tul.. udah ya..*
 Dan kita pun boti. gua udah ga mikirin masalah tilang-menilang, gua cuma pengen tepar di rumah! titik!
Sampe sekarang, gua masih kebayang-bayang sama kelicikan abangnya. ongkos gua jadi naik dua kali lipat, kulit gua tambah keling dan gersang. bener-bener pembawa derita itu angkot. di hari ulang tahun gua, yang harusnya gua bahagia, justru malah nyasar dibawa muter-muter sama abang angCOT! di citayam pula! sebagai pemuda indonesia gua merasa gagal.

SEKIAN. WASSALAM.

Kamis, 25 Oktober 2012

Pensi, Idul Adha, dan Sumpah Pemuda.

Malam gaaaiisss!! duhh, bahagia banget gue ga ngepost pas malam minggu, jadi enggak ketauan deh status jomblonya *eh-_-
Akhir-akhir ini gua bingung sama orang yang menyebut dirinya single, jomblo, atau apalah. yang dikatain jomblo, ngaku-ngaku single. makin ketauan jomblonya deh. ntar dia ngeles lagi "sori gua bukan jomblo, gua juga bukan single. tapi gue independent" atau "gue golput". ini lagi ngomongin status apa pemilu sih?

Oke cukup. terserah mereka yang mau menyandang status sebagai jomblo, single, independet, golput, atau istilah lain yang sederajat dengan mereka. padahal mereka semua terikat pada permasalahan yang sama. "sama-sama enggak punya 'pendamping' hidup"

Eh, gua mau nanya deh? kenapa jadi bahas status status hubungan gini? sinkron banget sama judulnya-_-
Back to topic. jadi, gua mau story story about pensi smanti. haha jadi norak gini deh pake bahasa inggris setengah-setengah. hadeuh.
Gue ulangi. JADI.
Hari ini gua sedang dilema diantara banyak kesibukan. salah satunya ya si pensi itu. udah H-2 coy menuju acara puncak pensi "OWL TRANSITION"! aih, mate. rasanya gua deg-degan aja. takut kalau jobdesc gua ga kepegang maksimal. maka dari itu... MOHON DOANYA YA TEMAN-TEMAN! MOHON DIBANTU YAK! YAK!

Dan.. pensi owl itu bertepatan.. eh, gak bertepatan juga sih. tapi masih dalam suasana kentalnya idul adha. jadi, seenggaknya kita sekaligus merayakan idul adha itu lewat pensi owl. tapi dengan versi berbeda. yang biasanya potong kambing, kita malah potong tumpeng.
Lalu, esoknyapun bertepatan dengan ulang tahun gue hari sumpah pemuda. karena hari minggu, sayangnya kita tidak bisa merayakannya secara langsung. maka dari itu, ya sama kayak idul adha tadi. sepaket sama pensi.
Tapi yang paling penting, pensi owl ini sekaligus merayakan ulang tahun smanti yang ke 26 tahun :3 sebenarnya bukan penting juga, tapi ya tujuan utamanya emang itu. pasti seru banget deh :& pasti rame :3 pasti unyu :* #mendadakbanyakemot

Hah. yang pasti, tujuan gua datang ke pensi owl bukan untuk menonton 'isi' pensi tersebut. tapi untuk bekerja di dalam 'isi'nya pensi itu. sedih enggak? enggak dong..

Eh iya. betewe udah tengah malem nih. kayaknya cukup sampe sini dulu. padahal masih banyak yang pengen gua tulis. daaah lain kali aja yaaaa ;;)

Rabu, 17 Oktober 2012

Luka Perpisahan

Sejak kapan langit mulai menghitam?
Melukis keremangan yang tabu?
Sejak bintang mulai tampak menaburi,
permukaan langit hitam itu,
sejak bintang mulai angkuh mengerlipkan tubuhnya.
Menarik daya pesona manusia.

Aku ingat betul semuanya.
Disaat kesepian ini melanda
Dan aku mulai bernostalgia
Tentang perpisahan kita,
yang tak berujung perihnya.

Kau lukiskan seluruhnya.
Di atas kanvas kenangan.
Menggoreskan arti kehidupan, tentang kita.
Ya, kita. Kita berdua.
Yang kini tak saling bersua.

Kini, lukisan itu luntur seluruhnya.
Menyisakan bercak luka.
Menyiratkan tanda penyesalan,
yang selama ini kupendam.
Entah apa langkah selanjutnya.
Agar sejarah itu kembali terulang.

Sabtu, 13 Oktober 2012

huah!

*ekhem*
Lagi-lagi atul ngepost di malam minggu. ckck dasar jomblooo

Sebenarnya, gua cuma mau ngasih tau hal penting buat lo, buat temen TK gue, buat temen SD gue, buat temen SMP gue, buat temen SMA gue, buat temen bokap nyokap gue, buat ikatan para jomblo sedunia, buat elo, elo, dan elo, serta elo....  DENGERIN NIH!

Dengan sangat berbahagia, saya, syahidatul zahroh menyatakan bahwa UTS (Ulangan Tidak Serius) di Smanti SUDAH SELESAI dilaksanakan. belum bisa bernafas lega sih, yaa tapi minimal bisa bernafas untuk sejenak. huah!
Hari senin nanti, classmeeting mulai diadakan. lo tau lo tau *lo gak wajib tau kok* untuk clasmeet gua ikut lomba pidato bahasa arab. awalnya ikut mendongeng bahasa sunda, tapi karena males ngafalin teksnya, akhirnya gua ganti jadi ikut puisi. eeh ternyata puisi bikin naskahnya sendiri. lo tau kan, bikin puisi itu harus penuh perasaan. saat ini gua lagi gak berperasaan. dan akhirnya gua pilih pidato bahasa arab. tapi rada males juga, sumpah ya ini labil banget. tadinya aja gua ikut bulutangkis ganda campuran, tapi karena gua males yaudah gajadi. ngeselin gak? banget. bosen gak denger gua curhat? iya. ooh..

Hehe maaf ya teman, jadi ngalor-ngidul gini. abis bingung mau cerita apaan. heran deh, tiap buka blog tau-tau pikiran gua ngeblank terus. giliran lagi nganggur ide gua menjalar liar kemana-mana. apa perlu gua bawa laptop kemana-mana biar kalau gua dapet ide langsung bisa ngepost? penting banget emang? enggak. kerjaan gua tiap buka blog cuma baca-baca postingan gua dan pastinya ngestalk blog orang. yah kan gua curhat lagi. rusuh...

Astagfff mungkin gua kelewat jomblo.

Oke deh. gua cerita tentang pengalaman gua tadi siang aja ya. jadi, tadi siang gua jaga stand pendaftaran lomba ekstern pensi di smanti. bersama kakak-kakak kelas dua belas biangnya ngebanyol. dan gue? kelas sepuluh pastinya. alone..
Asal lo tau ya, pokoknya lu wajib tau. disana gua jadi bahan cengan. gua bagaikan tikus ditengah-tengah serigala. gua gaktau serigala doyan tikus apa engga, yang jelas ngebetein deh.
Semua berawal dari ketololan kepolosan gua sebagai siswi kelas sepuluh. jadi waktu itu, gua lagi penasaran sama temen gua, namanya alfauzan. rasa penasaran gua begitu membeludak *okesip ini lebay* gua penasaran sama aal, kayaknya dia dulu satu TK sama gue, satu kelas pula. entah ini hal penting apa engga, yang jelas pas ada aal gua langsung manggil dia sesemangat dan sekepo mungkin.
"Aal! sini dah!"
*Aal nyamperin* "apaan?"
"EH LU TEMEN TK GUA YAA?!!"

Sebenarnya gua nanyanya polos, tapi justru lebih ke nyolot kayaknya. aal langsung kesel gitu
"Yaelah! kirain apaan! penting banget gilak"
Gua ketawa ngakak. gaktau kenapa gua pengen ketawa sekenceng mungkin. sumpah bego banget gua nanyain yang begituan, padahal banyak kakak kelas lagi duduk di samping gua. apalagi ada kak memed tukang ngecengin *ups* dia yang paling kejam ngecengin gua. tiap manggil temennya pasti dia selalu menduplikat pertanyaan tolol gua barusan "EH LU TEMEN TK GUA YAA?!"
bete.
bete.
bete.

Gua jaga stand dari sebelum dzuhur sampe selesai ashar. dan selama itu gua dicengin sama kelas dua belas. jelaslah, gua makin
bete.
bete.
bete.

Intinya, saat itu gua sangat
bete.
bete.
bete.

Udah ah cukup ngomong betenya, ntar yang baca juga bete lagi. udah juga ah curhatnya, bete tau lagi gak ada topik. sorry kalo ngebetein. yang nulis juga lagi bete soalnya.
daaaagg salam bete!

Selasa, 09 Oktober 2012

Jadwal Nyolot

Halo bloggah. selamat malam para peserta UTS. gimana UTSnya? pasti bisa kaann? aih keciiil.....

Enggak kerasa ya, besok udah masuk hari ketiga uts. sesuatu banget, perasaan baru kemarin gua protes kenapa uts harus diadakan besok. hadeh-_-"

Eh iya, jam berapa sekarang?

Gilak kali.. lagi uts sempet-sempetnya gua main laptop kayak gini. hah, cueekk..
Tapi, asal lo tau, besok gua bakal berhadapan dengan jadwal-jadwal yang bener-bener pralogis, alias ga masuk akal. 

Fisika.
Sejarah.
Mandarin.

Kurang nyolot apa coba?
Lo bisa bayangin, disaat gua sedang berusaha ngafalin rumus-rumus dimensi dan kawan-kawannya, di sisi lain gua juga harus inget kronologi sejarah yang ribetnya bukan main. bahkan gua juga harus hafal hanse dan pinyin bahasa mandarin serta terjemahannya ke dalam bahasa indonesia. why it so hard?!

Hah sudahlah. positive tingting aja, siapa tau yang nyusun jadwal emang belum pernah ngerasain betapa ribetnya ngitung rumus fisika, betapa sulitnya menghafal sejarah bangsa indonesia, dan betapa aduhainya lidah lu bergoyang mengucapkan kalimat mandarin atau kitingnya jari menulis huruf hanse mandarin. mungkin mereka belum tau. mungkin.....
SO,
Yasudahlah. intinya saya sudah belajar. berusaha memberikan yang terbaik. lihat, sekarang gua lagi apa? main? yap. itu tandanya? gua udah siap kok. jadi woles aja yeh :D

Seperti biasa, untuk penutupan gua tempelkan secarik sampul elektronik dari tweets. hasil dari capture-an -_-
 -SEKIAN-