Minggu, 17 Juni 2012

Rabu, 13 Juni 2012

History Of KUINN

*diam beberapa menit* *bingung nyari kata pembuka* Yup, gak usah pake kata pembuka segala, gua udah bosen nulis "haai bloggah" atau "selamat pagi/siang/sore/malam" dan yaaang lainnya. lo tau kan gua orangnya ga kreatif, sekalinya kreatif itu juga nyuri ide orang lain. cekakakaak *ups.

Pada kesempatan kali ini, gua mau berbagi cerita tentang KUINN. oke, gua ga perlu nanya kalian kuinn itu apa. karena gua juga bakal jelasin sendiri kali-_- *krik. KUINN alias kinderen uit negen een alias anak-anak sembilan satu. masih ga ngerti juga? itu nama kelas 9 gua guys o:) saking uniknya rata-rata temen gua gatau itu kuinn artinya apa-__- *ga pemes* #miris
Awal gua masuk kuinn... yaah ga jelek jelek amat sih, tapi belum berarti bagus juga. malah gua sempet ngomong kalau ni kelas suram bin kelam. gua gak tau temen-temen gua yang lain juga ngerasain hal yang sama kayak gua. yaaaaaah intinya freak deh *piss. tapi lama kelamaan hawa persaudaraan muncul juga di kelas gua yang sempit ini :)

Wali kelas 91 alias kelas gua, Bu Sulastuti. and, you know? beliau juga wali kelas gua pas kelas 8 #ohDamn. kesannya gua bakal jadi anak yang paling diinget ini mah sama tu guru. bu sulas orangnya sabar mampus, sekalinya marah bukannya serem, tapi malah bikin kasian. wkwk -_-v. lagian, yaa bayangin aja. umurnya udah sepuh banget, kalau marah-marah juga kayaknya udah ga mampu lagi. makanya, kita-kita juga hati-hati dalam menjaga perasaannya bu sulas.

Di 91, bisa dibilang ada beberapa kubu. yaa kubu gosiplah, alimlah, sok cool lah, sampe kubu gamers juga ada. ini nih, yang kadang-kadang bikin kita kurang 'nyatu'. tapi, berkat lahirnya banyak kubu ini. kelas kita jadi macem-macem rasanya. ibarat nano-nano, ramai rasanya!

Kalian ga perlu tau gua masuk kubu mana, yang jelas gua cuma mau enjoy di kelas ini. gua tau kok ini kelas rusuh, jorok, sempit, atau apalah. tapi gua gak mau tuh yang namanya kehilangan temen-temen gua yang gokil, kompak, kreatif, kece kece, daaan yaaang lainnya. mereka semua yang bikin gua betah disini. yaah kadang-kadang gua juga suka kesel. abis, 91 belaga kalau lagi ngajakin jalan-jalan. wk peace._.v *kemudian lari* *menghindari piring-piring*

Mungkin kalau gua ceritain semua keunikan 91 disini, ga bakal selesai ya *aseeek. haha serius, gua bingung kalau ngungkapin lewat tulisan. intinya, 91 itu kelasnya orang-orang kreatif (sampeadakomiknya), jail, kotor (sering), bersih (jarang), gokil, banyak couplenya (waktu itu, sekarang kagak), dan tukang ngeband di kelas.

Gua bakal merindukan temen-temen gua. gua bakal kangen sama teman sepermainan gua yaitu zintys (info lengkapnya udah gua tulis di blog ini), linda yang toa abis, sisil yang semok, siti, icha, ines yang gokil, sani si cewek macho, syika yang sering dikipain, muqsith dan ighfar yang maho, damang si cowok boyband, alvin yang sok jadi artis, naufal yang autis, putra si kulit hitam (wkwkwwk), dendi si ketua kelas aneh, dan masih banyak "si" lainnya yang ada di KUINN. pokoknya bener-bener deh ini kelas. yang awalnya gua ngomong "kelas gua suram" malah berakhir dengan ucapan "aku gak mau pisah sama kalian" edon emang-_- tapi apa daya, kita harus melanjutkan perjalanan dalam menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. pokoknya, sesibuk apapun kalian disana, jangan saling melupakan yaa :) tetap diingat teriakan kita waktu difoto buat yearbook : "WE ARE KUINN!!"
Sekian

Minggu, 03 Juni 2012

For Him

apa enaknya kalau nilai gua bagus, trus gua seneng. sedangkan dia enggak bisa merasakan hal yang sama? :(

Syukron Ya Allah :)

Haah Alhamdulillah, Subhanallah, Terima kasih ya Allah..;)
Tanggal 2 juni 2012 adalah hari dimana remaja-remaja ababil kls 3 SMP sedang merasakan dag dig dug yang luar biasa, kalau digambarkan pakai grafik, naik turunnya itu looh.. Masya Allah, labil banget!
Mungkin di hari itu juga dinobatkan sebagai hari yang bersejarah, yang akan selalu dikenang oleh remaja-remaja yang tadi gua bilang. kalian tau kan, tanggal 2 juni itu tepatnya hari sabtu, adalah hari pengumuman kelulusan bagi kelas sembilan plus, pembagian nem anak-anak. ya ya ya gua akui aja, sebenarnya gua udah deg-degan dari seminggu yang lalu kemarinnya, alias hari jumat. gua bingung harus ngapain, gua berusaha untuk selalu berdoa, terutama setelah sholat fardhu. gua berharap Allah benar-benar ngasih yang terbaik buat gua.
Daaaan, tepat hari itu, gua ke sekolah. bokap gua udah duluan kesana; amazing banget, saking penasarannya beliau ngeduluin gua-_- pas nyampe sekolah, sensasi deg-degan itu makin terasa, menjalar dari mata kaki hingga ubun-ubun *okeitulebay* gua langsung buru-buru ke kelas gua (91). di depan kelas, gua ngeliat temen gua pada peluk-pelukan, sebagian ada yang menangis bahagia. pasti lu udah kebayang gimana jadi gua, yang terbesit di pikiran gua yaa kalau enggak nanya "gua berapa ya gua berapa yaa??" yaa apa lagi? sempet tiba-tiba gua minder dikit, takut enggak bisa ngerasain kebahagiaan yang sama kayak temen-temen gua.
"Bi, nem zahroh berapa?" ga peduli bokap lagi ngobrol sama temennya, gua nyelak-nyelak aja langsung nanya begitu. ego gua tiba-tiba mendorong gua untuk berperilaku tidak sopan-_-
"Yaaah jeleeek" asli! baru pertama kali bokap ngejek begitu, tapi dengan mimik yang sama sekali ga pantes buat mengejek, malah beliau cengar-cengir. jantung gua makin-makin nih, langsung gua rebut kertas nilainya, pas gua liat.... JENG JENEEEEEEENGG.. satu kata yang keluar dari mulut gua pas ngeliat nem adalah... "aaaaaaaaaaaaaaaaaaa" *sokdramatis* *bodoamat*
Gua ga peduli teriakan gua merdu apa soak, yang penting waktu itu gua seneeeeeeeeng banget. rasanya puas, perjuangan gua semua terbayar dengan nem 36.15, doa gua terkabul. Thanks Allah, You're the best in my wonderful life :D
Rasanya gak bakal gua lupain, semua perjuangan gua selama ini. Allah mengabulkan doa gua, Allah mengizinkan kami menangis bahagia, berteriak gembira, berpelukan dalam suka cita. dan gua amat sangat berharap Allah juga memberikan ketabahan dan rasa syukur yang luar biasa untuk teman-teman gua yang 'kurang beruntung', tepatnya begitu.
Terlalu banyak keajaiban pas pengambilan nem, semua terjadi dengan cara yang tak terduga, terlalu banyak kata "kok?", "loh?", "masa sih?" dan "waah" setiap gua nanya nem temen-temen gua yang lain. Allah selalu bertindak adil, walaupun terkadang keadilanNya membuat kita bertanya-tanya heran dan selalu diluar dugaan kita. Kun Fayakun! maka jadilah! berbagai cobaan ditakdirkan untuk teman gua yang ternyata kebetulan 'kebagian' pas hari itu. Allah selalu memberikan hasil sesuai dengan kadar usaha dari umatnya. namun ternyata, Allah juga memberikan cobaan dengan hasil yang baik. jujur, sampai saat ini walaupun nilai gua bagus, gua masih bingung apa yang harus gua banggain. gua gak begitu sering sholat tahajud, bahkan untuk infaq kadang-kadang masih gua anggap sebagai hal yang sepele. tapi nyatanya, Allah terlalu baik sama gua. dan itu membuat gua untuk selalu berpikir, "sebenarnya ini cobaan, tapi dibungkus dalam kemasan yang nikmatnya Subhanallah.."
Suatu tantangan buat gua, untuk jadi lebih baik di hari kedepannya. Gua yakin, Allah selalu memberkati gua dan orang-orang di sekitar gua,. menaungi mereka, mendekap mereka, melindungi mereka, sampai mereka tiba di penghujung jalan, bagaimana caranya membalas semua kebaikan Tuhan yang sudah diberikan oleh mereka.
Keep Fight! apapun yang terjadi, semua pasti ada jalan dan kesempatan. bedanya, silahkan kalian pilih yang mana, negatif atau positif yang akan kalian dekap untuk menjadi penuntun jalan hidup kalian...

Jumat, 01 Juni 2012

Dandelion


The wiser girl. Haha. Julukan itu yang selalu aku harapkan. Keren saja kedengarannya. Walaupun kenyataannya, aku selalu berusaha untuk itu. Aku sudah menganggap diriku bijak. Tapi, sebijak-bijaknya aku, tetap saja tak ada tandingannya dengan bobot kebijakan orang tuaku. Aku tidak akan bisa mengalahkan mereka, sampai kapanpun. Selamanya.
Mengapa aku ingin bijak? Hmm kenapa ya? Waduh, aku juga bingung harus menjawab apa. Tapi setidaknya, semua orang bijak, akan dapat penghargaan tersendiri untuk itu. Orang akan memandang dia seolah-olah dia yang paling pintar, dan tahu segala kebenaran. Tau Mario Teguh kan? Aku sangat mengagumi sosoknya. Setiap menonton acaranya, aku selalu ingin seperti dia. Dia selalu hebat dalam merangkai kata-kata, dan aku yakin, pada kenyataannya  tidak semua orang bisa mengerti apa yang ia ucapkan. Perlu menyimak dengan baik semua ucapan yang ia lontarkan. Kalau kalian mengerti, pasti akan kagum juga sepertiku. Sosok yang  jenius.
Aku berusaha untuk selalu mengambil tindakan dengan bijak. Sampai hal yang aku sukai, walaupun sebenarnya itu tidak penting, aku selalu menganggap hal ini akan menjadi besar pengaruhnya. Baik sekarang, ataupun nanti.
Aku sangat menyukai bunga. Bunga apa saja. Bunga bangkaipun, bisa aku bilang mereka juga bunga yang cantik. Hanya saja, karena baunya yang tidak sedap itulah, mereka mendapatkan cap bunga terburuk, di image orang sudah tersirat jelas. Aku selalu kagum pada bunga, bagaimana cara mereka tumbuh sampai berkembang biak lagi. Mereka memberikan sejuta manfaat untuk serangga, benar-benar simbiosis yang sangat menguntungkan. Untuk hidupnya, dan hidup di lingkungan sekitarnya. Aku juga ingin seperti itu. Aku mau mempunyai manfaat yang dapat aku nikmati untuk diriku sendiri dan orang lain yang ada di sekitarku.
Kalian tahu dandelion? Bunga yang sangat aku kagumi. Dari salah satu novel yang pernah aku baca, dandelion adalah sosok bunga yang tegar. Dia seakan menjelma seperti makhluk yang tak pernah mati. Dia kuat bertahan hidup, apapun dan bagaimanapun keadaannya, dia seakan tidak merasa nyawanya terancam. Di musim salju yang amat dingin, dandelion masih dapat tumbuh. Bahkan, saat musim panas yang menyengat, dia seakan tak pernah menyerah untuk selalu mendongak matahari, dan berkata “aku masih tetap bersinar, bung”
Dandelion bisa hidup dimana saja. Di retakan trotoar, di samping rel kereta, atau bahkan di kolong jembatan, dia masih akan tetap hidup, asalkan ada sinar matahari. Aku ingin seperti dandelion, makhluk tegar, kuat, dan pantang menyerah walaupun sebuah musibah besar menimpa kepadaku nanti. Aku tidak pernah mau mengeluh, walaupun kenyataannya aku sering melakukannya. Tapi untuk selanjutnya, aku akan melupakan masalah itu dan mulai membuka lembaran baru lagi.
Dandelion kujadikan sebagai prinsip untuk hidupku. Sekali lagi, aku ingin seperti bunga. Aku selalu ingin menghasilkan manfaat. Bukan hanya aku saja yang dapat menikmati manfaat itu, tapi aku akan menebar semua kenikmatan yang aku miliki untuk mereka. Mereka yang sangat aku sayangi di luar sana, apapun keadaannya, status, atau sekedar babat, bebet, bobot, atau entahlah apa itu namanya. Aku ingin menebar semua kebajikan untuk mereka, aku ingin hidup damai. Sedamai yang aku rasakan saat melihat bunga-bunga indah bertebaran di taman…….
Apa aku sudah cukup bijak sekarang? Hehehe..