Jumat, 14 September 2012

Curhat Selingan

Kalau diliat dari judulnya kesannya agak maksa yah.. tapi.. zuzur, gua beneran ikhlas buat nulis ini post. sumfehh! *skip kalimat ini*
Sebagai cewek, gua sadar bahwa kodrat jenis kelamin yang gua punya saat ini dan untuk selamanya, bahwa gua... doyan curhat. sebuah fakta yang tak bisa dibantah, disanggah, apalagi dipaksa punah. 
Gua ngerti kenapa cewek gampang curhat. cewek itu bawel. cewek itu gampang ngomong. tau sebabnya? karena cewek banyak lubangnya (silahkan cari sendiri lubang-lubang yang saya maksud).
Soo?
Maksud gua nulis pembukaan tadi itu apa ya?
Jawabnya gampang. 
Gua pengen curhat.
Singkat. Padat. Jelas.

Dimulai dari kehidupan gua yang begitu absurd. mungkin sebagian bloggah akan berpikir, semua postingan gua pasti berisi tentang kehidupan gue. gua selalu bercerita tentang sekolah gue, tentang tugas-tugas dan ulangan yang gak habis-habis, tentang rapat-rapat organisasi yang tak berujung, sampai persoalan sepele yang gua beberkan disini, hanya untuk dicurhatkan. ada alasannya kenapa gua selalu menulis hal-hal laknat itu. gua cuma butuh kepuasan. dan kepuasan itu gua tuangkan dalam tulisan yang tetap gaje hingga akhir zaman ("tulisan yang tetap gaje hingga akhir zaman" adalah slogan abadi gua. udah dipatenkan ya, sekian) gua gak butuh-butuh banget pendengar, yang gua butuh adalah pembaca. wong jelaslah, tulisan mana bisa didengar, dimana-mana tulisan dibaca. yekaaannn??? *nyengir licik*

Walaupun hidup gua absurd, namun di dalam keabsurdan itu banyak mengandung komposisi yang mengejutkan. itulah sebabnya gua sangat menikmati hidup gua, rasanya hidup gua gak ada habisnya bila dinikmati. rasanya gua gak bisa ninggalin semua kehidupan gua. rasanya gua gak pengen mati.
Yeah, meskipun gua akui, terkadang gua mengutuk peristiwa yang gua anggap itu 'sampah' dalam kehidupan gua. gua anggap itu rusuh, dan sangat mengganggu setiap detik berharga gua untuk menjalani setapak demi setapak kehidupan. gak pake eaaaa.

Kalian pasti pernah juga kan ngalamin hal yang kayak gitu... sebagai salah satu contohnya,  di masa putih abu-abu ini, gua sedang membenci seseorang. seseorang yang sangat diistemewakan. menurut lo kenapa gua bisa benci? iri? YA. gua benar-benar iri dia sangat diistimewakan. menurut pandangan positif, perasaan iri itu tidak baik untuk dipelihara. tapi gimana gak iri, dia dibanggakan sama orang tua gua sendiri. sedangkan gue? yang sebagai ANAKNYA SENDIRI...................... kkkkrrssshhhhh................................ #SuaraDebuBeterbangan *kemudian pasir berguguran*

Lo pasti taulah, maksud gua apa. gua termasuk orang yang gak suka dibanding-bandingkan. apalagi dengan cara memojokkan kemampuan dan potensi yang dimiliki gua sendiri. gua merasa hina...
Daaaaaaaannnn.........
Untuk meredam semua kekesalan gua, gua akan bertindak sesuka, semau, dan senyeleneh hati gua. gua bisa aja main hape seharian, baca novel lelucon terkutuk, browsing internet berjam-jam sampe kesemutan akut, dan itu artinya.. gua gak belajar sama sekali. perbuatan simple, yang berujung pada dampak besar ketika tiba-tiba besok ada ulangan mendadak dan sadar tugas masih nunggak. sungguh ter-la-lu......

Hah! curhat gua udah mulai meluber kemana-mana ya kayaknya. gua tau kok, lo pasti udah nguap berkali-kali baca postingan gua yang absurd ini. seabsurd kehidupan gua yang udah dijelaskan pada paragraf ke.... (cari sendiri) *lupa*
Closing story...
Sorry untuk postingan kali ini keliatannya agak garing dan membosankan. berhubung karena niat gua bukan untuk melawak dan gua cuma mau memenuhi kepuasaan melalui tulisan. simple kan? kalau kalian gak suka, don't visit again.

Wassalam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar